Jombang – DPD PKS Jombang menggelar Mukhoyyam Qur’an Daerah 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas ruhiyah kader. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026, ini diikuti oleh 123 kader pelopor DPD PKS Jombang dengan rangkaian agenda yang berfokus pada peningkatan interaksi bersama Al-Qur’an.
Selama pelaksanaan mukhoyyam, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari setoran hafalan Juz 30, kajian tafsir Al-Qur’an, hingga qiyamul lail berjamaah. Materi disampaikan oleh Ust. Muslihuddin, Lc., M. dan Ust. Sucipto, S.Pd.I., Al Hafidz, utusan dari Tim Departemen Al-Qur’an dan Manhaj BKAP Pusat.
Pada sesi tafsir, peserta diajak mendalami kandungan Surat Al-Anfal ayat 24 hingga 26. Melalui pembahasan tersebut, para pemateri mengajak peserta memahami pesan Al-Qur’an secara lebih mendalam sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam materi tahsin dan tahfiz, Ust. Sucipto menekankan bahwa kualitas hafalan Al-Qur’an tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan penuh kesungguhan.
> “Bacaan yang mutqin bukan dibangun dalam sehari atau dua hari. Mutqin lahir dari pengulangan yang terus-menerus. Bahkan, sebuah bacaan benar-benar kokoh ketika telah diulang hingga ratusan kali, sekitar 500 kali.”
Beliau juga mengingatkan agar setiap muslim tidak merasa minder ketika mengalami kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an.
> “Jangan pernah mengatakan, ‘Saya tidak berbakat menghafal.’ Yang benar adalah, mungkin kita belum cukup mengulang.”
Lebih lanjut, Ust. Sucipto mengajak seluruh peserta untuk merenungkan hubungan mereka dengan Al-Qur’an. Menurutnya, apabila seseorang belum merasakan kedekatan dengan Al-Qur’an atau masih merasa berat saat membacanya, bisa jadi hal tersebut karena belum sungguh-sungguh menempuh jalan mujahadah dalam berinteraksi dengan kitab suci.
Sementara itu, Ust. Muslihuddin menjelaskan bahwa setiap pelafalan kata dalam Al-Qur’an memiliki nuansa makna yang selaras dengan kandungannya. Karena itu, proses mentadabburi Al-Qur’an tidak hanya dilakukan dengan memahami arti, tetapi juga menghadirkan hati dan pengalaman pribadi ketika membaca ayat-ayat-Nya.
Beliau menambahkan bahwa setiap orang dapat memperoleh pelajaran yang berbeda dari ayat yang sama. Ada ayat yang sangat menyentuh seseorang karena berkaitan dengan pengalaman hidupnya, sementara bagi orang lain mungkin belum memberikan kesan yang sama. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk terus membiasakan diri mentadabburi Al-Qur’an agar semakin merasakan kedekatan dengan petunjuk Allah SWT.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut, baik dalam aspek bacaan maupun motivasi untuk terus belajar Al-Qur’an.
> “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan Al-Qur’an ini. Pelatihan ini memberikan banyak ilmu, wawasan, dan motivasi untuk lebih mencintai Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, serta memahami cara mengajarkannya dengan baik dan benar. Penyampaian materi sangat jelas, sabar, dan mudah dipahami, sehingga suasana belajar menjadi nyaman dan menyenangkan.”
Melalui Mukhoyyam Qur’an Daerah 2026 ini, DPD PKS Jombang berharap kapasitas ruhiyah kader semakin meningkat seiring dengan semakin intensnya interaksi bersama Al-Qur’an. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, semangat berdakwah, melayani masyarakat, serta menebarkan kebermanfaatan di tengah umat diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.(QR)
Leave a Reply